Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juli 2012

IPBK-Pemda Bangkep: Bersama membangun Bangkep

Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng, membangun komitmen bersama Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan, untuk membangun daerah agar lebih baik lagi, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum IPBK Palu-Sulteng, Moh. Iqra, pada acara jamuan makan malam, antara Pemerintah Daerah Bangkep dengan Pengurus IPBK Palu Sulteng, di Restorant Kampoeng Nelayan (27/6/2012).

"IPBK Palu-Sulteng, punya tanggung jawab yang besar, terhadap pembangunan daerah di Bangkep, sebagai sebuah organisasi yang dihimpun oleh kaum Intelektual, tentunya IPBK harus memberikan kontribusinya terhadap daerah, itu suatu kewajiban yang harus di tunaikan". Tutur Iqra.

lebih lanjut pria asal desa Abason kec. Totikum ini, menjelaskan, bahwa arah gerakan IPBK di bawah komandonya, akan di arahkan dan disinergikan dengan visi misi Pemerintah Bangkep, khususnya pada penyiapan Sumber Daya Manusia, "kita akan mensinergikan dan mengarahkan gerakan IPBK, pada visi misi Pemerintah Daerah, hal ini dimaksudkan agar pemerintah, tidak terlalu terbebani didalam membangun daerah, karena di dukung oleh kaum muda intelektual" tutur Mahasiswa Ilmu komunikasi Fisip Untad ini.

Sementara itu, Bupati Banggai Kepulauan, Drs. Lania Laosa, dalam pemaparan di hadapan seluruh Mahasiswa dan Pemuda Bangkep di Kota Palu, memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap Generasi Muda Bangkep yang saat ini sedang menuntut ilmu di kota Palu, "Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan sangat mengapresiasi semangat dari para mahasiswa, dan kedepannya Pemerintah Daerah akan mengalokasikan Anggaran pada peninggkatan kualitas SDM, khususnya pada para mahasiswa Bangkep, seperti Beasiswa lanjut studi, Pembangunan Asrama Mahasiswa dan lain sebagainya". tegas Lania.

Acara yang hadiri ratusan Mahasiswa tersebut berlangsung sekitar 6 jam tersebut, diisi dengan beragam kegiatan seperti diskusi, ramah tamah, serta turut hadir Kadis Keuangan Bangkep, Furqanuddin dan Kepala Inspektorat Bangkep, Haran Pea. (IMC)

Sabtu, 12 Mei 2012

Pemda dan Kontraktor, di nilai "Kongkalikong"

SALAKAN-Proses tender di lingkup pemda Bangkep, kembali di sorot, sorotan itu tidak hanya dari Ketua DPC PDI Perjuangan, akan tetapi sorotan tersebut kini di lontarkan oleh Moh. Iqra Selaku Ketua Umum Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan di Palu Sul-teng.

Menurutnya mengenai statement, Israfil Malinggong yang mengatakan proses tender tentang pengadaan barang/jasa, sudah melanggar inpres nomor 17 tahun 2012. Bagi dia hal itu benar, dan dia sangat yakin. dan hal ini sudah terjadi tahun sebelumnya. bagi pria kelahiran Abason ini, proses tender tidak sesuai prosedur dan regulasi yang ada. dia menilai kalau Pokok permasalahan ada sama Pemerintah Daerah, khususnya yang mengurus proses tender tersebut, karena tidak mengindahkan aturan yang sudah ditetapkan.

"ini seharusnya Pemda menjadi satu contoh patut mengikuti mekanisme yang sudah diajurkan berdasarkan amanat dan instruksi yang ada" terang Iqra. Iqra menduga proses tersebut disinyalir ada "kongkalikong" antara pemerintah daerah dan kontraktor. diakhir pembicaraan Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulteng ini, berharap agar pemerintah daerah mau belajar dan merubah kesalahan itu agar tidak terulang kembali (AMAD)


Berita Luwuk Post, pada rubrik Radar Bangkep edisi sabtu 12 mei 2012.

Jumat, 11 Mei 2012

Bursa KNPI: Ketua IPBK Angkat Bicara

SALAKAN-Ketua Umum Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) di Palu Sulawesi Tengah, Moh. Ikra angkat bicara soal bursa calon Ketua KNPI Bangkep yang kini tengah ramai di bicarakan. menurutnya siapapun calonnya KNPI Bangkep harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan daerah. "kondisi sekarang, tidak begitu, KNPI Bangkep seakan menjadi organisasi kendil, tidak memiliki militansi, bahkan menjadi beban bagi pemerintah daerah." ujar Moh. Ikra.

Karena itu, menyikapi pemilihan Ketua KNPI, kata dia, semestinya kandidat yang ingin mencalonkan, harus betul-betul dari kalangan pemuda independen. artinya tidak terikat kepentingan, belum PNS, belum menikah,dan murni belum terkontaminasi dengan dunia politik. hal ini dimaksudkan, agar nanti ketua terpilih bisa fokus total mengurus organisasi. "saya melihat beberapa kandidat yang siap maju, justru muncul dari kalangan yang jelas-jelas sudah terikat, seperti sudah PNS, tokoh parpol dan birokrasi," katanya.

demikian juga kalo dari kalangan politisi, bisa jadi KNPI akan digiring untuk dijadikan mesin Politik "ya seperti yang sudah terjadi sebelumnya dimasa kepemimpinan Ghifari Unus." tandas mahasiswa semester VI Ilmu Komunikasi Fisip Untad ini. Pria asal desa Abason Kec. Totikum ini menilai dari sekian banyak kandidat yang siap maju, semua layak tapi mereka sudah tidak independen. (AMAD)


Berita di Luwuk Post edisi Jumat 11 mei 2012 pada Rubrik Radar Bangkep.

Jumat, 20 April 2012

Silaturahmi dengan Sekda Bangkep

Pengurus IPBK di Palu-Sulteng, melakukan silaturahmi dengan Sekda Bangkep, Sudirman Salotan, SE di Hotel Buana Palu (19/4/2012), Rombongan IPBK terdiri  Moh. Iqra (Ketua Umum IPBK), Ihfandi Nurman (Menteri Dep. Penelitian dan Pengembangan), Purwanto Amir (Staf Dep. Pengembangan Minat dan Bakat, Syukur T. Adam (Anggota Dewan Pembina IPBK).

Dalam Pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, membicarakan beberapa agenda strategis, misalnya terkait agenda pembangunan Bangkep ke depan, Kondisi Mahasiswa Bangkep di kota Palu dan beberapa program kerja IPBK ke depan.

Bupati periode ini, Drs. Lania Laosa, menekan visi, peningkatan ekonomi kerakyatan, hal tersebut terlihat pada visi misi saat kampanye lalu. dibanding periode Irianto Malinggong yang memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana, ia juga memuji keberhasilan Irianto dalam membangun Banggai Kepulauan selama 5 tahun, "pa Irianto boleh dikatakan berhasil dalam membangun Bangkep, hal itu dapat dilihat pada pembangunan Perkantoran di Bangkep, jalan Raya, Listrik, telekomunikasi dsb", tuturnya. ia juga mengungkapkan, saat ini juga pemerintah Daerah belum selesai menyusun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Sementara itu, Ketua IPBK Palu, menguraikan beberapa permasalahan Mahasiswa Bangkep di Palu, masalah yang paling urgen adalah persoalan Asrama Mahasiswa, IPBK mengusulkan agar pemerintah daerah biasa mengakomodir hal tersebut, mengingat IPBK merupakan organisasi panguyuban Bangkep tertua, dan berpusat di Ibukota Provinsi, serta yang tak kalah penting juga adalah masih banyak mahasiswa Bangkep yang kuliah di Palu.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Bangkep mengungkapkan bahwa pemerintah Daerah belum bisa mengakomodir pembangunan Asrama permanen, mengingat alokasi anggaran sangat minin, pada APBD tahun 2012, Pemerintah Daerah tidak mengalokasikan Bantuan untuk Kemahasiswaan, namun beliau menyarankan agar IPBK secara membuat usulan Anggaran Pengadaan Kontrak Asrama, dan di ajukan pada APBD perubahan. "tolong pengurus IPBK segera membuat Usulan Pengadaan Asrama Kontrak, kami akan upayakan agar dimasukan pada APBD perubahan tahun ini" tuturnya.

ia juga mengungkapkan bahwa masalah terbesar dibangkep saat ini adalah masalah keuangan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangkep sebesar Rp 360 milyar, sebanyak 70 % digunakan untuk belanja pegawai, sisanya untuk pembangunan dan belanja lainnya.

di akhir pertemuan tersebut, Sekda mengajak kepada Pengurus IPBK agar bersama-sama membantu program pemerintah daerah, serta mengawal dan mengontrol jalannya pemerintahan di Bangkep. "mari sama-sama kita dukung program pembangunan di bangkep, selama program itu benar-benar untuk kesejateraan rakyat" tandasnya.






Selasa, 17 April 2012

Iqra. terpilih sebagai Ketua IPBK Palu-Sulteng

Kongres ke-VIII Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng, yang digelar pada 9-12 februari 2012, di Kompleks eks.STQ Sulteng, Bukit Jabal Nur Palu, berhasil memilih dan menetapkan Moh. Iqra sebagai Ketua Umum, mengantikan Ketua Umum periode sebelumnya, Fahkruddin B. Liada, S.Sos.

Iqra berhasil mengentaskan dua pesaingnya pada pemilihan Ketua Umum, yaitu Jemi H.S dan Ibrahim U Hamid, dengan memperoleh 27 suara, sementara Jemi dan Ibrahim sama-sama memperoleh 12 suara dari seluruh peserta Kongres yang memiliki hak Suara.

Iqra adalah putra Bangkep asal desa Abason Kec. Totikum, yang juga merupakan mahasiswa Universitas Tadulako Palu, jurusan Ilmu Komunikasi. pada periode sebelumnya, di IPBK dia menjabat Ketua Departemen Keagamaan, disamping itu juga dia merupakan Ketua Umum PII Sulteng.

harapan akan perubahan yang lebih baik di tubuh IPBK, kini ada ditangannya, ratusan mahasiswa dan pemuda Bangkep di palu, yang tersebar diseluruh Universitas di kota Palu, berharap dengan kepemimpinan yang baru, seluruh kepentingan dan kebutuhan Mahasiswa dan Pemuda bisa diakomodir dan dijembatani dengan Pemerintah daerah Bangkep.

Kongres ke-VIII IPBK berlangsung selama tiga hari, dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, seperti Bina Akrab Mahasiswa Bangkep di Palu, Bakti Hijau bersama Pemerintah Provinsi Sulteng, seminar dan Dialog Kepemudaan. kegiatan dibuka oleh Wakil Gubernur Sulteng, Bapak H. Sudarto, SH, M.Hum dan di hadiri oleh Asisten III Sekda Bangkep, Umar Uloli, S.Sos.

Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK), merupakan perkumpulan pemuda dan Mahasiswa Banggai Kepulauan di kota Palu, yang berdiri sejak tahun 2000, dengan beranggotakan sekitar 500 orang.