Minggu, 15 April 2012

BUPATI BANGKEP MALAS NGANTOR!!

Apa jadinya jika seorang Kepala Daerah, malas ke kantor?, padahal Negara telah memberikan fasilitas memadai seperti mobil mewah, rumah dinas dan segala fasilitas lainnya!. Itulah yang terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan, Bupati Drs. Lania Laosa menurut kabar yang beredar di tengah-tengah masyarakat, lebih senang berada di luar daerah ketimbang melayani masyarakatnya. Hampir setiap harinya bangunan megah di bukit Trikora Salakan itu tak di kunjungi oleh pimpinan tertinggi di daerah penghasil rumput laut tersebut.

Menurut seorang pegawai di kantor Bupati Bangkep yang enggan menyebutkan identitasnya, pada Sulteng 1 via telepon mengungkapkan bahwa, “Bupati Lania memang jarang di kantor beliau sering keluar daerah, hanya pada hari-hari tertentu saja pak bupati berada berada di kantor, biasanya pada hari kamis dan jumat masuk kantor, selebihnya keluar daerah”. ungkap sumber.

kondisi ini, dibenarkan Anggota Komisi I Dekab, Sadat Anwar SH.i tapi keberadaan diluar daerah tak lain untuk Bangkep, “memang benar Pak Lania sering ke luar kota, tapi itu menyangkut urusan dan kepentingan daerah ini, bukan hanya sekedar jalan-jalan”, katanya ketika dihubungi via telepon sebelumnya (3 maret 2012 lalu).

Politisi muda yang juga Ketua DPC PPP Banggai Kepulauan ini, menambahkan, “jika ada indikasi bahwa pak Bupati malas ke kantor, maka DPRD akan mengambil langkah-langkah sebagaimana ketentuan yang ada, karena ini jelas-jelas akan merugikan masyarakat dan menganggu jalannya birokrasi di daerah ini”, lanjut Sadat, Ia juga mengajak kepada element mahasiswa, pemuda dan masyarakat agar bersama mengontrol jalannya pemerintahan yang ada di Bangkep, “saya sangat berharap jika mahasiswa dan pemuda mengontrol jalannya pemerintahan di Banggai Kepulauan”. tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, Fahkruddin B. Liada, tokoh pemuda Bangkep, sangat menyayangkan hal tersebut, dampak dari kenyataan ini akan mempengaruhi kinerja aparatur pemerintahan di Banggai Kepulauan. Mantan Ketua Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu Sulteng ini, menuturkan “ketika seorang kepala Daerah keluar daerah pasti ada pelimpahan kewenangan, apakah itu ke Wakil Bupati atau ke Sekretaris Daerah, itu pasti ada di atur perundang-undangan, tapi saya juga tidak tahu banyak apakah pak Lania, malas ke kantor atau beliau ke luar daerah untuk urusan lobi-lobi anggaran di Jakarta”, tandas Fahkruddin.

Ungkapkan senada juga muncul dari Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) di Palu. mereka sangat menyayangkan tindakan tersebut, “kami atas nama pengurus IPBK di Palu dan juga sebagai masyarakat bangkep, sangat kecewa dan resah dengan tindakan tersebut, mengingat Bupati sebagai pimpinan tertinggi di daerah, merupakan teladan bagi bawahannya”. Tutur Sekretaris Umum IPBK, Nasrullah Nawawi saat ditemui di Sekretariat IPBK jalan K.S Tubun no. 27 A Palu pada rabu 4 april 2012.

alasan kondisi itu, akan berimbas pada peninggkatan kualitas kinerja pegawai, dan tentunya akan merugikan Masyarakat Bangkep, dan upaya menuju tata pemerintahan yang baik (good governance), akan sulit terwujud di kabupaten Bangkep dan kami akan terus mengawal dan mengontrol jalannya pemerintahan di Banggai Kepulauan, tandasnya.

Sementara itu, Bupati Lania Laosa melalui Ajudannya Nazar, untuk dimintai penjelasannya, tapi sampai saat tabloid ini turun cetak, tidak ada sama sekali tanggapan dari orang nomor satu di Kabupaten penghasil mutiara itu, yang ada hanyalah pengakuan dari Ajudannya, bahwa Bupati saat ini sedang mengikuti Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Bupati se-Indonesia di Jakarta dari 24 maret lalu hingga 14 April 2012 dan beliau tidak bisa di gangu. Katanya melalui via telepon pada rabu 4 april 2012. (IQRA)
*berita ini dimuat di Tabloid Sulteng1 edisi 10 April 2012,  dan saya sendiri yang melakukan investigasi dan menyusun beritanya, ini bukan karena tendensi politik atau kebencian terhadap individu, tapi semata-mata karena tuntutan prefesi dalam  menyajian berita berdasarkan fakta dan hasil investigasi dilapangan.

0 komentar:

Poskan Komentar